Jumat, 07 November 2014

RAMUAAN PROBIOTIK HERBAL

RAMUAAN PROBIOTIK + HERBAL



RAMUAAN PROBIOTIK + HERBAL LELE
Bahan bahannya:
1.bawang putih 0,5kg
2.jahe 0,5kg
3.temulawak 0,5kg
4.kencur 0,5kg
5.kunir 0,5kg
6.laos atau laja 0,5kg
7.daun sirih 60 lembar
8.gula putih 1kg
 9.probiotik  1 liter ( ebs pro )

caranya:
1. dari no 1 sdg no 7 diblender dan masukan kedalam wadah dgn tambahan air 100 liter terus gula seduh dgn air panas 1 liter aduk sampe larut dan dinginkan.
2. sesudah dingin larutan gula campurkan dgn probiotik 1 botol dan masukan dalam wadah tertutup dan diamkan 3 jam.
3. Setelah didiamkan 3jam campurkan dgn ramuan yg sudah diblender tadi dan diamkan 1 minggu.
4. pengaplikasianya ambil ramuan tadi sebanyak .gelas aqua dicampur air 1 ember dan siramkan ke kolam untuk ukuran kolam 2x4
5. sirankan ke kolam 3_4 kali sehari .masa fermentasi dgn ampasnya.ke kolam airnya saja

guna probiotik sekaligus herbal lele untuk kesuburan air kolam lele  dan menjaga kesehatan lele baik pembenihan ataupun pembesaran.
ampasnya bisa digunakan untuk pengandaan probiotic atau untuk campuran kompos kolam. dan bisa di gunakan  campuran pelet bagus dgn dosis 1 tuup aqua untuk 1kg pakan

HERBAL TOP PENGHANCUR SEGALA PENYAKIT AYAM



HERBAL TOP PENGHANCUR SEGALA PENYAKIT AYAM

Dewasa ini perkembangan penggunaan herbal tradisional untuk keperluaan penyembuhan penyakit, sudah begitu familiar. Terutama untuk proses penyembuhan penyakit manusia, sebab begitu beragam penyakit modern yang tidak bisa di atasi, dengan penangganan keilmuan kedokteran.

Seandainya ingin di bahas seluruh herbal tradisional yang ada di bumi Indonesia, maka cakupan keilmuaannya akan terlalu melebar, sebab jumlahnya bisa ribuan jenis. Disini di batasi empat macam herbal tradisional, sebenarnya masing-masing herbal tersebut mempunyai manfaat sendiri-sendiri. Yang jika di padukan satu dengan lainnya merupakan sinergi yang saling menguatkan fungsi penyembuhan.

Manfaat herbal tradisional untuk keperluan penyembuhan ayam/ unggas, saat ini mulai mengalami kemajuaan signifikan. Perguruan tinggi mulai berlomba melakukan penelitian, untuk di aplikasikan pada ayam, yang kadang hasilnya melampaui ekpetasi yang di harapkan, yang sebelumnya tidak terbayangkan sama sekali. Itulah kehebatan herbal tradisional Indonesia, apalagi sebagian herbal Indonesia, namanya sudah mendunia.

Hanya sayangnya terkadang fungsi kegunaan, seringnya dipahami terlebih dahulu oleh peneliti dari manca Negara yang begitu antusias, begitu intens dengan di topang pendanaan berlimpah dan dukungan lembaga pemerintahan yang bertanggungjawab, demi kemajuaan pengetahuaan dunia. Untuk sementara, jangan berharap terlalu banyak dengan campur tangan pemerintahan Indonesia saat ini ya, nangis sendiri nanti.

DAUN SIRIH

Daun sirih ( Piper Betle )banyak mengandung Atsiri Oil, satu diantara komponen adalah Kavakrol bersifat Desinfektan dan anti jamur sehingga bisa untuk Antiseptik pada saluran pencernaan. Unsur Eugenol dan Metil-Eugenol berfungsi pengurangi rasa sakit. Sifat Anti Bakteri dapat mengurangi rasa gatal dan merah berair pada mata.

KUNIR/ KUNYIT

Kunyit ( Curcuma Domestica ) Curcumin senyawa utama pada kunyit yang berkhasiat untuk beragam penyakit,misalnya mengobati gangguan saluran pencernaan, antiradang, antibakteri, antikanker, penurun kadar kolesterol, membersihkan lemak pada saluran pembuluh darah.

TEMULAWAK

Temulawak ( Curcuma Xanthorrhiza ), mempunyai sifat Detoksifikasi/ mengeluarkan racun dan kontaminasi jamur Alfatoksis Flavus yang mengendap dalam hati.Belum lagi membantu sekresi dari kerja pangkreas, sehingga mampu mengoptimalkan metabolism pangkreas mengeluarkan Enzim Amilase, Lipase, Protease. Kehadiran enzim-enzim ini membantu meningkatkan penyerapan bahan pakan karbohidrat, protein dan lemak.

BROTOWALI

Rimpang brotowali (Tinospora Crispa) rasannya sangat pahit.Senyawa Pikroretin pembawa rasa pahit banyak mengandung alkaloid, saponin,dammar dan masih banyak lagi. Kalau cumapenyakit segala jenis cacing, pasti hancur digempur sama Pikroretin.

                                      BAHAN HERBAL :
a.       Daun sirih            2 ons
b.      Kunyit                  2 ons
c.       Temulawak         2 ons
d.      Brotowali            2 ons
e.      Air bersih            5 liter

Semua bahan herbal di cuci bersih, masukkan panci tambah air bersih 5 liter, masak hingga air mendidih. Di butuhkan waktu sekitar 30 menit. Setelah dingin campur dengan jatah air minum ayam pada pagi hari saja, untuk ayam sejumlah 500 ekor. Satu resep herbal ini bisa di pakai sebanyak 3 kali pemasakan herbal/ tiga hari masa pakai pada pagi hari saja. Setelah 3 hari pakai, herbal di buang diganti yang baru.Artinya dalam satu minggu Cuma pakai campuran herbal 3 kali atau 3 hari saja. Aplikasi herbal dapat di barengkan dengan Egg Stimulant/ Strong Egg, tanpa mengurangi khasiat masing-masing. Yang saya terangkan di atas untuk dosis pencegahan penyakit. Untuk dosis pengobatan penyakit akan saya uraikan di bawah ini.
                                          APLIKASI PENGOBATAN PENYAKIT

COCCIDIOSIS/ BERAK DARAH

Waktu yang di perlukan untuk menyembuhkan berak darah, sekitar 7 hari sembuh, tanpa ada kematian sama sekali jika pakai herbal. Jika tidak pakai herbal sembuh dalam 10 hari dengan tingkat kematian 10 – 15 %. Itu pengalaman empiris yang saya alami sendiri. Dosis pengobatan air minum 100 % air godokan herbal di kombinasikan dengan obat COCY atau ANTICOCY selama 7 hari.

SNOT/ CORIZA/ PILEK
Pilek hidung yang mengeluarkan air, yang lama kelamaan menggumpal menutupi lubang hidung sembuh dalam 3 hari. Kepala bengkak kemerahan, sembuh dalam 5 hari dengan tingkat kematian 0 %. Jika tidak pakai herbal, sembuh dalam 10 hari dengan tingkat kematian 15 %.Pemakaian herbal 100 % selama 5 hari di kombinasikan dengan obat kimia TRYMEZIN.

CRD (Chronis Respiratory Disease )/ NGOROK
CRD penyakit yang bersifat kronis, artinya gejala penyakit tidak terlihat secara frontal, tapi akan muncul secara berlahan-lahan. Maka peternak yang kurang teliti, sekali ke serang , ayam sudah dalam kondisi accut.  Sebenarnya untuk mendeteksi CRD sangat gampang sekali, masuk ke kandang ayam pada malam hari, dengarkan ada tidak suara ngorok, batuk, atau tercekik. Seandainya terdengar segera ambil tindakan, sebab penyakit ini penyebaran cepat sekali. Waktu yang di butuhkan untuk penyembuhan pakai herbal 7 hari sembuh.Air minum 100% herbal,kombinasi obat NEO MEDITRIL.

KOLERA/ BERAK HIJAU
Warna kotoran dari kuning normal menjadi coklat akhirnya berwarna hijau. Ujung-ujung jengger ke biruan dan pial bengkak merah kehitaman. Kondisi ayam lemas tidak nafsu makan akhirnya mati. Penyembuhan penyakit ini perlu waktu 7 – 8 hari, tingkat kematian 5% sebab penyakit ini bisa bersifat kronis hingga accut/ ganas. Herbal tetap pakai 100% dan obat KOLERIDIN.

CACING ASCARIS
Penyakit ini tidak menimbulkan kematian, hanya tampilan performans ayam menjadi tidak menarik, bulu kering berdiri, muka pucat, berhenti bertelur, mencret encer. Ayam sudah berproduksi jangan sekali-kali di beri obat cacing kimiawi, efeknya produksi telur langsung droup. Dengan herbal 100%, ayam sembuh dalam 3 hari, cacing ikut keluar bersama keluarnya kotoran.

DIPTHERI/ CACAR
Penyakit ini ada 2 macam jenis, cacar luar dan cacar dalam. Cacar luar bermula dari luka pada kulit yang tidak di tumbuhi bulu, bintik merah berubah kuning menjadi hitam membesar. Cacar hitam kering di kelupas diolesi godokan herbal, cacar luar 3 hari sembuh. Cacar dalam menyerang selaput lendir lidah, mulut dan tenggorokan. Selaput lendir berwarna kuning di dalam rongga mulut, bila di biarkan semakin membesar dan menyumpal rongga mulut sehingga sulit bernapas. Gunakan air minum herbal 100% dalam 7 hari cacar dalam sembuh.

NCD/ TETELO, IB (INFEKSIUS BRONCHITIS), ASPERGILLOSIS, GUMBORO, EDS, ILT
Semua nama penyakit di atas,yang menurut ahli peternakan sekarang ini belum bisa di sembuhkan, hanya bisa pencegahan lewat vaksin. Dapat di atasi dengan ramuan herbal di atas, memang memerlukan waktu agak lama 15 hari tapi ayam sembuh. Prosesnya gimana saya juga tidak tahu, tapi ayam sembuh. Selama 15 hari nonstop air minum herbal 100%, kombinasi obat kimia DOCTRIL/ NEO MEDITRIL. Yang terpenting di sini, jangan mengobati, usahakan tindakan pencegahan saja.

Kelima penyakit diatas kecuali Aspergillosis, merupakan penyakit penurun produksi telur. Penanganan pencegahan sedini mungkin lebih di utamakan.Penggunaan herbal mulai dari DOC hingga Afkir  tidak menimbulkan efek samping sama sekali. Monggo silahkan dicoba……….
 Good Luck .


Khasiat mengkonsumsi Ikan Lele

Khasiat ikan lele.

Khasiat ikan lele ternyata super.

KOMPAS.com — Jangan anggap remeh ikan lele. Makanan yang mudah didapat dan murah ini, selain kaya zat gizi juga membantu pertumbuhan janin dalam kandungan dan sangat baik bagi jantung karena rendah lemak.

Ikan lele (Clarias spp) merupakan ikan air tawar yang dapat hidup di tempat-tempat kritis, seperti rawa, sungai, sawah, kolam ikan yang subur, kolam ikan yang keruh, dan tempat berlumpur yang kekurangan oksigen. Ikan lele termasuk dalam famili Claridae dan sering juga disebut mud fish atau cat fish.

Di Indonesia, ikan lele dikenal dengan beberapa nama daerah, seperti ikan maut (Sumatera Utara dan Aceh), keling (Sulawesi Selatan), dan cepi (Bugis). Ikan lele lebih dikenal sebagai hewan karnifora karena kegemarannya makan cacing, serangga air, dan udang.

Penyebaran lele di Indonesia meliputi Jawa, Sumatera, Bangka, Belitung, Kalimantan, Singkep, dan Sulawesi. Di Indonesia, terdapat lima jenis ikan lele lokal yang sangat terkenal, yakni Clarias batrachus L (lele, kalang, maut, cepi), Clarias leiacanthus Blkr (keli, penang), Clarias nieuhofi CV (lindim, lembat, kaleh), Clarias melanoderma Blkr (duri, wais, wiru), dan Clarias teysmani Blkr (lele kembang, kalang putih). Di antara kelima jenis ini, hanya Clarias batrachus L. yang paling sering dijumpai dan dipelihara karena dagingnya yang lezat.

Pada tahun 1980-an, masuklah varietas lele baru yang dikenal sebagai ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang berasal dari Afrika. Pada tahun 2000-an, mulai dikenal lele phyton. Lele ini berasal dari Pandeglang, Banten, yang merupakan hasil kawin silang antara lele dumbo lokal dan eks Thailand. Sebelumnya, para ilmuwan Indonesia juga berhasil mengembangkan varietas lele sangkuriang yang merupakan pengembangan dari varietas lele dumbo.

Sumber Zat Gizi

Ikan merupakan bahan makanan penting sebagai sumber zat gizi. Dilihat pada Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa ikan air tawar dan payau memiliki protein tinggi, yaitu rata-rata 20 persen. Protein ikan adalah protein yang istimewa karena bukan hanya berfungsi sebagai penambah jumlah protein yang dikonsumsi, tetapi juga sebagai pelengkap mutu protein dalam menu.

Protein ikan mengandung semua asam amino esensial yang dalam jumlah yang cukup. Protein ikan mengandung lisin dan metionin yang lebih tinggi dibanding protein susu dan daging. Ikan darat umumnya mengandung protein dengan kadar metionin dan sistin yang tinggi.

Pada Tabel 2 dapat dilihat ikan lele dari genus Ictalaurus punctatus yang banyak terdapat di Amerika Serikat mengandung protein dengan kadar lisin dan leusin lebih tinggi dibanding daging sapi. Leusin sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesetimbangan nitrogen pada orang dewasa.

Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Sementara lisin sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pertumbuhan. Asam amino lisin menjadi kerangka bagi niasin dan sering dilibatkan dalam pengobatan penyakit herpes.

Kaya Fosfor

Dilihat dari komposisi gizinya, ikan lele juga kaya fosfor. Nilai fosfor pada ikan lele lebih tinggi daripada nilai fosfor pada telur yang hanya 100 mg. Peran mineral fosfor menempati urutan kedua setelah kalsium.

Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat, 80 persen berada pada tulang dan gigi. Fungsi utamanya sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium.

Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibanding saat-saat tidak mengandung karena ibu hamil butuh fosfor lebih banyak untuk tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari tulang sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan.

Dilihat dari perbandingan kalium dan natrium yang mencapai 24,5:1, ikan lele dapat digolongkan sebagai makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah. Makanan tergolong makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah bila mengandung rasio kalium terhadap natrium minimal 5:1.

Kalium diketahui bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul saraf. Kalium yang tinggi juga akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan membantu memperlancar keseimbangan cairan tubuh.

Rendah Lemak, Tekan Kolesterol

Kadar lemak ikan air tawar dan payau termasuk rendah. Lemak tersebut terdapat pada bagian perut, terutama tubuh bagian bawah dan dalam hati . Lemak ikan sebagian besar berupa lemak sederhana, yakni trigliserida yang bersifat netral dan ada juga yang berbentuk kompleks seperti fosfolipida dan sterol.

Asam lemak ikan umumnya berantai karbon lurus dan mempunyai atom karbon antara 14 hingga 24 atom. Jumlah asam lemak jenuh antara 17 hingga 21 persen dan asam lemak tidak jenuh antara 79 hingga 83 persen. Tingkat asam lemak tidak jenuh yang tinggi membuat ikan air tawar, termasuk ikan lele baik untuk menekan kolesterol.

Ikan air tawar seperti lele juga mengandung omega-3, meskipun dengan kadar yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan ikan air laut. Kandungan omega-3 pada ikan lele hasil budi daya (sengaja dipelihara) jauh lebih rendah daripada ikan lele liar. Omega-3 sangat diperlukan tubuh untuk pencegahan penyakit degeneratif ,seperti penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah. Asam lemak omega-3 juga berperan sangat penting untuk proses tumbuh kembang sel-sel saraf termasuk sel otak.

Karbohidrat pada ikan terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, yaitu sekitar 0 hingga 1,7 persen yang terdapat dalam bentuk glikogen. Ikan lele dari genus Ictalaurus punctatus tidak mengandung karbohidrat karena kadar lemaknya yang cukup tinggi sebagai sumber energi.


Kamis, 03 Juli 2014

Kolam Ideal Pembesaran Lele Super Intensif



Kolam Ideal Pembesaran Lele Super Intensif
Super intensif kini menjadi tren baru dalam pemeliharaan lele, khusunya pembesaran. Karena hewan ini bisa dipelihara dalam kepadatan tinggi. Meski dengan ruang gerak yang sempit, berdesak-desakan dan minim oksigen rupanya bukan masalah baginya, karena ikan yang tak bersisik ini mampu hidup dengan baik. Ini berkat alat pernapasan tambahan, yang disebut labirin, sehingga dapat mengambil oksigen lansung dari udara. Untuk menerapkan system ini diperlukan kolam yang ideal, terutama bila dilihat dari bentuk, luas, tinggi, dan kontruksi serta bahan pembuatnya.

Bentuk kolam sebaiknya bulat, seperti kolam-kolam di negara lain. Karena kolam bulat memiliki sirkulasi yang merata, dimana air bisa berputar ke seluruh bagian kolam. Namun kolam seperti itu tidak umum di Indonesia. Selain kurang indah dipandang dan boros lahan juga sulit dalam penataannya. Bila tidak bulat dapat dibuat dalam bentuk bujur sangkar. Karena bentuk ini hampir mendekati bulat. Sirkulasi airnya juga tidak jauh. Kolam bujur sngkar indah dipandang, tidak boros lahan dan mudah dalam penataannya.

Jangan terlalu luas. Selain repot dalam pengelolaan juga sulit dalam pengontrolan. Luasnya cukup dengan 10 m2 saja. Mengapa 10 m2 ? Agar mudah menghitung produksinya. Dalam kolam seluas itu, dapat ditebar 10.000 ekor benih lele ukuran 8 – 10 cm atau 10 – 12 cm. Bila dipanen dengan ukuran 10 ekor/kg, sebuah kolam dapat menghasilkan 1 ton lele konsumsi. Namun untuk mendapatkan angka 10 m3 sangat sulit, karena hasil perkalian bujur sangkar tidak tepat. Agar mendekati digunakan lebar dan panjang 3,2 m.

Kolam super intensif harus tinggi. Karena dalam system ini bukan atas dasar luas, tetapi volume air. Jika kolamnya pendek, maka volume airnya hanya sedikit. Kolam seperti ini tidak menyediakan ruang gerak yang cukup, padahal ikan yang ditebar dalam kepadatan tinggi. Sedangkan kolam yang tinggi dapat menyediakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi pergerakan ikan. Tinggi kolam super intensif harus lebih dari 1 m, yakni antara 1,3 – 1,5 m. Meski kolam tinggi, tetapi tinggi air di awal pemeliharaan cuup dengan rata-rata 50 cm.

Kontruksi kolam. Ini soal paling penting. Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan. Dimulai dengan pematang. Bagian ini harus tegak atau tidak boleh miring. Sedikit kemiringan saja dapat mengurangi volume air. Selanjutnya pintu pembuangan. Karena berfungsi sebagai pembuangan, terutama kotoran dan sisa pakan, maka bagian ini harus dibuat di bagian tengah. Pada bagian ini dipasang saringan berupa paralon yang telah dilubangi. Agar semua kotoran dan sisa pakan menuju ke pintu pembuangan, maka dasar kolam harus miring ke tengah.

Jangan lupa dengan pintu pemasukan. Bagian ini sebaiknya dibuat dengan mengelilingi pematang, dan dipasang di bagian atasnya. Bahan yang paling praktis untuk membuat pintu pemasukan adalah pipa paralon 1 inci. Sekeliling pipa ini diberi lubang kecil, sebagai tempat mengeluarkan air, dengan jarak antara 10 – 20 cm.  Untuk mengatur debit air, dipasang kran. Lalu untuk mengatur ketinggian air selama masa pemeliharaan, dipasang paralon di bagian luar kolam, di atas saluran pembuangan. Pipa paralon itu bisa diputar-putar.


Selamat Mencoba – Info ini disampaikan oleh BIPI

Cara Menghitung FCR lele



 
Sebelum mencari FCR, kita harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan FCR.

Apa itu FCR?

           FCR adalah kepanjangan dari Feed Convertion Ratio, yaitu berapa banyak pakan (kg) yang diberikan untuk menghasilkan 1 kg daging ikan. Pada suatu usaha budidaya ikan pada umumnya nilai FCR dijadikan sebagai salah satu tolok ukur  keberhasilan baik secara teknis budidaya maupun  secara finansial.

Bagaimana cara menghitung FCR?
 

Contoh Soal: 
Pak Amar membeli benih lele sebanyak 10.000 ekor dengan ukuran 7cm. Saat di timbang, berat rata-rata ikan adalah 3.5 gram per ekor. Selama 2bulan budidaya, Pak Amir menghabiskan 900 kg pakan total. Ketika panen, Pak Amar mendapatkan ikan seberat 1.234 kg total. Namun di kelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:
Ukuran kecil : 1400 ekor (14%)
Ukuran sedang : 3800 ekor (38%)
Ukuran Jumbo : 4800 ekor (48%)
Berapa FCR keseluruhan dan berapa FCR per pengelompokan-nya?

Jawab:
Berat awal ikan (3.5 x 10,000 ekor) = 35 kg
Pakan total = 900 kg
Berat total setelah panen = 1.234 kg

FCR = 900 kg : (1.234 kg - 35 kg)
FCR = 900 kg : 1199 kg
FCR = 0,75 --> Keseluruhan

Nah, bagaimana jika yang di tanya adalah FCR per pengelompokan?
Rumusnya sama saja dan hasilnya juga bisa di pastikan akan sama saja, namun cara ini tergolong rumit karena terlalu memutar.

Berat awal ikan (3,5 x 1400 ekor); (3,5 x 3800 ekor); dan (3,5 x 4800 ekor)
Berat awal ikan (4,9 kg); (13,3 kg); dan (16,8 kg)

Konsumsi pakan = (14%  x 900 kg); (38% x 900 kg); dan (48% x 900 kg)
Konsumsi pakan = (126 kg); (342 kg); dan (432 kg)

Berat setelah panen = (14%  x 1234 kg); (38% x 1234); dan (48% x 1234)
Berat setelah panen  = (172,76 kg); (468,92 kg); dan (592,32 kg)

Jawab :
Ukuran kecil
FCR = 126 kg : (172,76 kg - 4,9 kg)
FCR = 126 kg : 167,86 kg
FCR = 0,75

Ukuran sedang
FCR = 342 kg : (468,92 kg - 13,3 kg)
FCR = 342 kg : 455,62 kg
FCR = 0,75

Ukuran Jumbo
FCR = 432 kg : (592,32 kg - 16,8 kg)
FCR = 432 kg : 575,52 kg
FCR =0,75

Seluruh hasilnya adalah 0,75. Maka bisa di pastikan FCR ikan Pak Amar adalah 0,75.
Mudah bukan? 
 siap dicoba dan lanjutkan ?