Kamis, 12 Juni 2014

Bakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman

Cara Membuat PGPR, Bakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman


Apa itu PGPR?
PGPR (Plant growth-promoting rhizobacteria) adalah bakteri pemacu pertumbuhan tanaman. Bakteri yang terdapat dalam PGPR adalah sejenis bakteri yang biasa hidup di akar tanaman. Mikroorganisme ini hidup berkoloni di sekitar akar tanaman dan membantu memacu pertumbuhan tanaman.
Setelah membaca wikipedia, PGPR ini pertama kali diteliti oleh Kloepper dan Schroth tahun 1978. Mereka menemukan bahwa keberadaan bakteri yang hidup di sekitar akar ini mampu memacu pertumbuhan tanaman jika diaplikasikan pada bibit/benih. Tidak hanya itu, tanaman nantinya akan beradaptasi terhadap hama dan penyakit.
Bagaimana bakteri PGPR dapt memacu pertumbuhan?
Bakteri PGPR mampu mengikat nitrogen bebas dari alam atau istilahnya fikasi nitrogen bebas. Nitrogen bebas diubah menjadi amonia kemudian disalurkan ke tanaman. Bakteri akar ini juga mampu menyediakan beragam mineral yang dibutuhkan tanaman seperti besi, fosfor, atau belerang. PGPR juga memacu peningkatan hormon tanaman. Peningkatan hormon tanaman inilah yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Cara Membuat PGPR
  • Biang PGPR
Biang PGPR dibuat dari akar bambu sekira 250 gram yang direndam dalam air selama tiga tiga malam. Atau direndam dengan air kelapa.
  • Bahan:
20 liter air
1/2 kg dedak/bekatul
Terasi
1 sdm air kapur sirih
250 gram gula merah / tetes tebu
  • Cara membuat:
Campur semua bahan, kemudian didihkan.
Setelah dingin, campurkan 1 liter “biang PGPR”. Tutup rapat. Diamkan satu hingga dua mingggu.
Aplikasi PGPR
  1. PGPR  yang telah jadi dapat diaplikasikan ke tanah sekitar tanaman dengan perbandingan; 200 cc PGPR untuk 14 Liter air.
  2. Benih yang direndam PGPR dapat merangsang pertumbuhan akar.
Catatan:
Bakteri PGPR adalah bakteri tanah yang masa hidupnya tidak panjang. Karena itu perlu mengembalikan populasinya setiap akan menebar benih.
Semoga bermanfaat.
sumber lain tentang PGPR: www.pertaniansehat.or.id

Budidaya Singkong Organik

Satu Pohon Singkong 

Menghasilkan 15-18 kg Umbi

Tetangga satu kampung yang berjualan getuk sering membeli singkong dari kebun di samping rumah. Umumnya ia membeli hanya satu batang pohon, yang berat umbinya sekitar 8-10 kg. Beberapa minggu kemudian si penjual getuk kembali membeli singkong. Seperti biasa, ia hanya meminta satu pohon saja. Namun setelah dicabut satu pohon, berat umbinya 15 kg. Kemudian dicabut kembali salah satu pohon, dengan harapan umbinya seberat 10 kg. Ternyata setelah ditimbang beratnya mencapai 17 kg. Padahal tanah tidak ditambah pupuk pabrik. Hanya ditutupi oleh mulsa jerami hasil samping panenan.
Sebetulnya kami menanam singkong di kebun samping rumah tujuannya untuk memanfaatkan lahan yang sudah lama tak produktif. Banyak petani lihai menanam singkong. Sebab budidaya singkong tidak memerlukan perawatan yang sulit. Ditambah lagi Indonesia iklimnya tropis dan curah hujannya baik untuk pertumbuhan singkong. Batang singkong cukup distek dari induknya, kemudian ditanam di lahan yang telah gembur.
Di kebun kami, lahan untuk menanam singkong diberi pupuk kompos buatan sendiri serta dicangkul.Setelah itu lahan disiram nutrisi buatan sendiri. Baru kemudian lahan ditanami oleh singkong dan beberapa tanaman lain. Penyiraman tidak terlalu sering, karena ditanam saat musim hujan. Agar singkong dapat tumbuh tunas dan berkembang baik.
Setelah singkong berumur sekitar tujuh bulan, sudah ada beberapa pohon yang dicabut untuk konsumsi sendiri. Dan satu pohon singkong rata-rata menghasilkan umbi 10 kg. Kemudian selama beberapa minggu kami sibuk panen padi. Sebagian jerami padi hasil panenan kami gunakan sebagai mulsa di lahan yang telah ditanami singkong. Dan seperti yang telah diceritakan, ternyata penggunaan mulsa organik ini dapat menambah kuantitas singkong sebanyak 40-50 persen.
Mungkin hal tersebut terjadi karena jumlah nutrisi di tanah yang tertutup mulsa bertambah. Tumpukan jerami atau mulsa yang menutupi tanah mampu membantu mengkondisikan kelembaban tanah. Karena lembab, maka mikroorganisme dapat tumbuh baik di bawah tumpukan mulsa. Mikroorganisme tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat menyediakan nutrisi dan mineral bagi tanah. Organisme tanah tersebut juga menghancurkan material organik dari mulsa itu sendiri dan membentuk kompos. Dan menurut artikel di wikipedia, mulsa juga dapat mencegah pertumbuhan gulma dan penyakit.
Selain bermanfaat bagi kesuburan tanah, mulsa organik seperti jerami padi mudah didapat dan murah. Karena hampir setiap petani yang menanam padi pasti menghasilkan jerami. Penggunaan mulsa jerami ini tidak sebatas di lahan samping rumah. Sawah  pun kini selalu diusahakan ditutupi jerami padi setiap musim panen tiba. Sehingga saat sawah akan ditanami kembali, tanah sudah mendapat cukup nutrisi.
Selain menambah berat singkong, penggunaan mulsa organik (serta nutrisi organik buatan sendiri) ternyata juga mempengaruhi kualitas singkong yang ditanam. Banyak tetangga dan tamu yang bilang singkong kami empuk dan lembut. Meskipun jenis singkong yang ditanam bukan singkong mentega. Tapi singkong lokal biasa. Penjual getuk yang sering beli singkong pun dagangannya laris manis. Secara tidak langsung, kebun organik kami ikut menambah rezeki orang lain lewat singkong.
Sebagai catatan, ketebalan tumpukan mulsa organik perrlu diperhatikan. Bila terlalu tebal bahkan menggunung, tidak baik akibatnya untuk tanah. Sebab tanah tidak mendapat sinar matahari. Hal ini dapat membahayakan pertumbuhan tanaman.
Selamat mencoba menggunakan mulsa organik
diambil dri beberapa sumber.

Selasa, 10 Juni 2014

Penting Untuk Diketahui . . . . Agro Mania . . . . Cara Mengukur PH

Cara pengukuran PH tanah


Banyak sekali teman yang menanyakan cara mengukur Ph tanah, berikut ulasanya:
Kondisi tanah yang biasanya bermacam-macam, ada yang asam, ada yang basa. Tanah yang netral ataupun mendekati netral sangat baik untuk tanaman, karena tanah ini mudah menyerap pupuk dan zat-zat yang dibutuhkan tanaman.
Kondisi tanah ditentukan oleh derajat keasaman tanah tersebut, kalau derajat keasamanya rendah berarti tanah itu Asam, kalau derajat keasamanya sedang berarti Netral, dan bila derajat keasamanya tinggi berarti tanah tersebut Basa.
Derajar keasaman tanah dapat diukur dengan alat pengukur pH. Jika pH tanah 7= Netral, jika pH tanah dibawah 7= Asam, jika pH tanah diatas 7= Basa. Untuk mengukur pH kita bisa menggunakan kertas lakmus yang dapat diperoleh di took pertanian dan took kimia.
Cara mengukur pH tanah, ambilah tanah bagian dalam dari lapisan tanah atas, Tanah yang kita ukur tidak boleh tercampur apapun, Larutkan tanah dengan air jernih secukupnya, biarkan sejenak hingga tanah mengendap dan air jernih kembali. Lalu masukan kertas lakmus kedalam air yang sudah dicampur tanah tadi. Kertas lakmus akan berubah warna, cocokan warna kertas lakmus tersebut dengan warna yang terdapat pada kotak bungkus kertas lakmus, biasanya disertai warna dan angka angka. Warna apa yang cocok? Berapa angkanya? Inilah yang menunjukan ph tanah yang sudah kita ukur.
Mengubah Kondisi Tanah

UNTUK JENIS TANAH ASAM

Caranya pada awal musim kemarau kita gemburkan tanah menggunakan cangkul, taburkan kapur giling atau kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Campur kapur tersebut dengan tanah yang akan kita netralkan dengan dosis ½ kg tiap m2, biarkan selama kurang lebih 1 bulan(pengapuran diusahakan agar tidak terkena hujan). Setelah 1 bulan atau lebih, kita ukur kembali pH tanah tersebut hingga mendapat pH 7. Setelah kita dapatkan pH 7 biarkan 2 minggu , kalau akan di Tanami kita harus menyiramnya paling tidak 5 kali apabila akan kita lakukan pemupukan untuk dilakukan penanaman(sebaiknya menggunakan pupuk kandang).

UNTUK JENIS TANAH BASA

Caranya sama dengan jenis tahah yang Asam, tetapi tidak menggunakan kapur, melainkan menggunakan belerang dan lalukan cara yang sama apa bila akan dilakukan pemupukan.
 INFO PRODUK HUB : Apotik Terdekat . . . .  hahahahaha aaaaaa

Belut Sumber Protein Bagi Keluarga, dan Deposito berjangka

CARA BETERNAK BELUT ORGANIK


 Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun dengan POLA INTENSIFIKASI, mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan.
Belut yang dipanen rata-rata berbobot 400 g/ekor. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak tradisional, cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan lebih singkat 3 bulan.
Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih rendah. Selain menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan.
Untuk pengelolaan Belut Intensifikasi hanya mengeluarkan biaya kisaran Rp8.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Padahal, biasanya para peternak tradional paling tidak menggelontorkan Rp14.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena menggunakan media campuran untuk pembesarannya.

Media campuran
Belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk Bokashi, dan mikroorganisme stater/Probiotik. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater Probiotik Tanaman/Probiotik Peternakan. Berikutnya kompos/bokashi setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur Bokashi sebanyak 5 kg.

Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam.

Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.

Pakan hidup
Sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor.

Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, dapat dimasukkan hingga 10.000 bibit.
Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Probiotik diberikan tiap 2 minggu sekali, sebagai perangsang nafsu makan sekaligus untuk menambah microorganisme pengurai agar kotoran yang dikeluarkan belut bisa secepatnya terurai.

Hujan buatan
Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan.

Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.

Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali.

Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Penggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal.

Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati.

Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.
INFO PRODUK Probiotik  HCS HUB: 081 227 082 276

Ternak Lele Organik Hasil Luar biasa . . . . .

CARA BUDIDAYA LELE ORGANIK

LELE ORGANIK  Emang Gurih

Ikan lele organik mempunyai beberapa kelebihan dari lele non organic.

Terutama dari segi penghematan biaya pakan, rasa, dan manfaatnya untuk kesehatan.

Budidaya ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.

Akan tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal. Sebab memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan sendiri dari kotoran sapi/kambing/ayam.

Oleh karena itu banyak sekali yang bertanya tentang Cara budidaya lele organik.

Budidaya lele dengan pakan organik dari kotoran ternak banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah :

  1. Kandang ternak menjadi lebih bersih.

  2. Hemat biaya perawatan.

  3. Air kolam tidak berbau busuk.

  4. Tidak perlu mengganti air kolam.

  5. Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih.

  6. Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi/kambing/ayam disekitar.

  7. Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi.

  8. Lebih aman untuk kesehatan.

  9. Nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah.

  10. Air bekas budidaya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.

  11. Dan masih banyak lagi.

Budidaya ikan lele organik sangat hemat biaya, sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pelet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp.8.000 . Sedangkan membuat sendiri pakan lele organic, hanya perlu biaya kisaran Rp.2.000 per kilogram.

Perbandingan

Untuk 1 ton ikan lele siap konsumsi, pakan yang dibutuhkan jika menggunakan pelet bisa mencapai 1 ton. Sedangkan jika menggunakan pakan organik Cuma membutuhkan sekitar 230 kilogram.

Bobot ikan lele organik juga lebih berat dari non organik. Satu kilo gram ikan lele non organik, umumnya isinya berjumlah 8 sampai 9 ekor. Sedangkan lele organik jumlah perkilo gramnya hanya 7 sampai 8 ekor, dengan besaran fisik yang sama.

Cara budidaya lele organik ada beberapa tahap :


Tahap kesatu :


- Penebaran benih kedalam kolam yang telah berisi air (tahap awal, kedalaman air tak lebih dari 30cm) yang sudah dikondisikan cukup untuk pesediaan pakan selama 29 hari berupa plankton.

Sarana pembuatan plankton dengan bahan dasar kotoran ternak dan ampas tahu atau sayur limbah yang telah difermentasi dengan Probiotik, selama 24 jam, lalu dimasukkan dalam karung goni yang tertutup rapat sebanyak 6 karung, Kemudian 6 karung tadi dimasukkan dalam air, untuk memicu pertumbuhan plankton sebagai makanan alami ikan.

Setelah 15 hari dalam kolam, maka air kolam telah dipenuhi oleh plankton yang cukup untuk persediaan pakan alami sampai 29 hari.

Jangan lupa, sehari sebelum benih ditaburkan, larutkan Probiotik dengan perbandingan : per 2 m3 dengan 1 tutup botol.

Tahap kedua :


- Setelah 15 hari, maka kolam telah siap ditaburi benih. Lakukan beberapa hal untuk proses penebaran benih sebelum masuk ke air kolam, adalah sebagai berikut :

Ø Siapkan air secukupnya dalam 3 ember/timba.

Ø Ember/Timba yang pertama, larutkan formalin atau alcohol 20%.

Ø Ember/Timba yang kedua, larutkan Probiotik dengan dosis 1cc SOC : 2 ltr air.

Ø Ember/Timba yang ketiga, isilah dengan air kolam yang akan diisi benih.


- Siapkan benih yang akan ditebar, angkat dari air dengan saringan ikan.

- Secepatnya celupkan ke dalam air larutan formalin/alcohol 20%

- Lalu celupkan pada ember ke 2 dengan larutan Probiotik, lalu angkat.

- Masukkan ke dalam ember ke tiga yang berisi air kolam dengan tujuan agar benih secepatnya bisa menyesuaikan diri dengan suhu air kolam.

- Masukkan perlahan ke dalam kolam pembesaran.

- Anda tak perlu memberi makanan apapun sampai 29 hari, kecuali menaburkan Probiotik pada minggu ke-2 dan ke-4.

- Setelah umur 29 hari, angkat ke enam karung tersebut dan ganti dengan yang baru, dan kedalaman air 

  ditambah sekitar 20 cm.

· Tahap selanjutnya, Pemberian pelet buatan dari kotoran ternak, ampas tahu, bekatul, dedaunan dan difermentasi dengan Probiotik selama 24 jam untuk pellet apung.

 Pemberian pellet buatan ini bisa dilakukan sampai panen.

· Tahap berikutnya adalah masa pemanenan lele organik.

Lele organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.

Cara membuat pakan lele organik


Saya tahu, poin yang terakhir ini yang paling anda tunggu bukan…he…he…he..

Baiklah, cara membuat pakan lele organik sangat mudah sekali.

Kumpulkan limbah kotoran ternak ke dalam bak yang dicampur air beserta bactery starter untuk mempercepat proses penguraian kotoran ternak. Selang sehari kemudian, dengan proses fermentasi, kotoran ternak yang telah ditambah dengan beberapa bahan untuk menjamin cukupnya asupan Gizi pada Ikan.

Nah sangat mudah bukan..? Intinya anda harus punya kolam atau bak khusus untuk pembuatan pellet organik seperti keterangan diatas.

Di coba saja dulu…!!!

INFO PRODUK PROBIOTIK HUB: 081 227 082276

Membuat Pupuk Organik Cair

MEMBUAT PUPUK CAIR DARI URINE HEWAN TERNAK


Pemanfaatan Urine hewan ternak memang sudah biasa dilakukan selain bersifat organik ( berdasarkan pakan minum ) juga menyajikan unsur ekonomis.
Kandungan nutrisi dari mineral terlarut urine apabila diolah dengan benar, dan dengan bahan dasar/ pakan ternak yang benar ternyata dapat menjadi komoditi yang luar biasa untuk meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan.

Bahan :

1. 5liter urine Sapi/kambing yang telah memakai pola fermentasi.
2. 4-5tutup (+-50ml) Suplemen Tanaman.
3. 1sdm Gula yang diencerkan.

Semua bahan dicampur dengan cara diaduk.
Tutup/Fermentasikan selama 1 x 24jam ( 1hari ).

Pemakaian

SEMPROT
Hasil fermentasi dengan dosis apabila :

Urine Kelinci 2gelas Aqua
Urine Kambing 6gelas Aqua atau perbandingan 1:3:6
Urine Sapi 12gelas Aqua

1gelas Aqua = 250ml

Hasil Fermentasi sesuai dosis perbandingan diatas dimasukkan ke Tangki ( +-14L ).
Tambahkan 8tutup Suplemen Tanaman.
Tambahkan air hingga tangki semprot penuh.
Biarkan 5 - 10menit.
Semprotkan ke tanaman anda secara merata pada bagian daun ( INGAT : stomata terletak pada bag. belakang daun/bag. yang lebih cerah ). 1minggu sekali.

KOCOR/TETES
Hasil fermentasi langsung dikocor pada bagian akar dengan dosis:

- Tanaman Kecil ( tomat, lombok, mentimun, pare, kacang, dll )
Kocor pada bagian akar 1/4 gelas Aqua ( +- 62,5ml ).

- Tanaman Besar ( mangga, jambu, belimbing, asem, klengkeng, dll )
Kocor pada bagian akar 1-2gelas Aqua ( +- 250 - 500ml ).

Ukuran diatas menggunakan Urine Kambing, untuk urine ternak lain silahkan melihat perbandinganya. Dikocorkan pada area akar 1 minggu sekali.

Ingin hasilnya lebih dasyat?

Pastikan Lahan diolah dengan pemberian BOKASI. . .
demikian cara membuat pupuk dari urine hewan ternak semoga bermanfaat
(sumber: blogspot.com)
INFO PRODUK Suplemen Organik Tanaman : 081227082276

Mengusir Hama Tikus Sawah (Secara Alami)

Cara mengusir hama tikus sawah

ini dia ilmu yang saya dapat dari pelatihan dasar peternakan dan pertanian,
CARANYA :
1. Singkong dikupas, tak usah dicuci lalu diparut, diaduk dengan air kelapa hijau lalu dikukus kira-kira 40 derajat, letakkan dilubang yang sering dilewati Tikus agar dimakan. Tikus yang memakannya akan menjadi mandul.
2. Buah kolang-kaling muda, dicacah (gunakan sarung tangan waktu mencacah) karena gatal. Letakkan dilubang/jalan tikus. Tikus yang terkena akan gatal-gatal dan akan mencari temannya. Ketika temannya tersenggol akan ikut gatal juga sehingga Tikus akan gatal-gatal massal, sehingga gerombolan tikus akan pindah.
3. Buah Maja, dibelah jadi 4 bagian atau 8 bagian, ditaruh di pinggir sawah.

Yang namanya hama tikus memang musuh para petani berbagai langkah di coba tetapi tetap saja belum ada hasilnya, mungkin potingan kali ini ada manfaatnua bagi para petani yang belum berhasil mengusir para kawanan tikus.

Selain langkah di atas ada lagi yang memakai cara sebagai berikut...
1. Carilah pohon singkong karet
2. Buatlah 5 potong dengan panjang 20 cm
3. Malam harinya lakukan sholat hajad 2 rakaat
4. Ba’da sholat membaca al fatihah untuk
5. Nabi muhammad saw
6. Syech abdul qodir al jaelani
7. Kanjeng suna kali jogo
8. Nabi khidir as
9. Istigfar 100 x
10. Dan allahumma sholi ala sayyidina muhammadinil alifil ma;’lufi ujburni hajadi 100x
11. Lalu tiupkanlah pada kelima batang pohon singkong karet tersebut
Lalu pada paginya tanamlah di empat penjuru sawah yang Sering di rusak tikus dalam jumlah banyak
Dan yang satunya tanamlah pada tengah sawah anda tetapi yang di tengah cara menancapkannya di balik
Insyaallah sawah anda akan terhindar dari serangan hama tikus dan bersedekahlah kepada fakir miskin agar beras / padi anda berkah
maspaie.blogspot.com